Kontestasi Pilkada Bolmut, Haruskah Jatuh Ke Lubang Yang Sama?

banner 468x60

LINTASPOST.ID, TAJUK – Suara huru-hara terdengar di halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Utara hari ini. Hal tersebut seperti dejavu, dimana pada pada tahun 2019 silam serok-serokan pernah terjadi di halaman yang sama.

Akan tetapi, kali ini ada yang sedikit beda namun sama. Dimana, para figur yang maju ke Pilkada kali ini adalah mantan-mantan alumni yang pernah menduduki jabatan strategis pada Birokrasi Pemerintahan Bolaang Mongondow Utara. Tentunya, ini menjadi bekal yang kuat bagi masing-masing pasangan serta pengalaman tersebut bisa menjadi satu penilaian bagi mereka bahwa Bolaang Mongondow Utara masih banyak pembenahan, baik dari segi Infrastruktur, Pertanian, Pendidikan, Kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat yang hari ini hanya menjadi iming-iming pada setiap Kampanye.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kita ketahui bersama bahwa, keempat pasangan yang hari dengan percaya diri mampu membuat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara lebih baik ke depan, sebelumnya memiliki tanggung jawab yang tidak sempat dituntaskan sampai dengan sekarang. Lantas, apakah dejavu itu akan menjadi kenyataan hingga masyarakat akan tersadar bahwa ini bukan hanya dejavu melainkan kejadian yang real terjadi kembali?

Menjadi sosok pemimpin memanglah tidak mudah, banyak konflik yang dihadapkan dan dipaksakan harus mampu menjadi superhero pada persoalan tersebut. Namun hakikatnya, sosok pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat tidak hanya hanya sosok superhero yang muncul saat terjadi konflik, namun superhero yang mampu berpikir akan bagaimana tidak ada terjadinya konflik. Artinya, ia mampu berpikir jauh ke depan sebelum mengambil keputusan serta mampu mempertimbangkan setiap kebijakan yang diambil dengan bijaksana.

Di Sisi lain, para penjilat di masing-masing pasangan, tentu akan lebih eksis dari keempat figur yang hari ini mencalonkan diri. Tak ada makna di dalam narasi ini, namun hanya mengajarkan bahwa, setiap kontestan politik pasti ada pendukung yang menjadi kambing hitam. Sehingga, mendukung sekedarnya saja. Ibaratnya, kebijakan pemerintah yang tidak sesuai pasti korbannya adalah aktivis dan APH.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *