LINTASPOST.ID, KABUPATEN GORONTALO – Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja lapangan guna memonitoring progres pembangunan infrastruktur daerah. Salah satu titik krusial yang ditinjau adalah pembangunan Daerah Irigasi di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/12/2025).
Proyek strategis ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK)
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menjelaskan bahwa proyek irigasi ini dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian PU dengan nilai total paket pekerjaan mencapai sekitar Rp12 miliar. Wilayah Kecamatan Limboto Barat sendiri mendapatkan tiga paket pekerjaan yang mencakup pembangunan saluran tersier dan sekunder.
“Anggarannya bersumber dari DAK. Ini merupakan paket pekerjaan susulan terakhir senilai kurang lebih Rp12 miliar. Kami turun ke lapangan untuk memastikan sejauh mana realisasi fisik dari anggaran besar ini bagi kepentingan petani,” ujar Espin Tulie.
Antisipasi Keterlambatan dengan Perpanjangan 90 Hari
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi, Komisi III menilai progres fisik pekerjaan belum memungkinkan untuk rampung 100% hingga tutup tahun anggaran 2025, mengingat sisa waktu yang hanya tinggal dua pekan.
Menyikapi temuan tersebut, DPRD telah melakukan langkah koordinasi cepat dengan pihak kementerian guna memastikan keberlanjutan proyek agar tidak terbengkalai.
-
Kompensasi Waktu: Kementerian PU telah memberikan lampu hijau berupa perpanjangan waktu pengerjaan hingga 90 hari ke depan.
-
Tujuan Perpanjangan: Memberikan ruang bagi pelaksana untuk menyelesaikan detail konstruksi saluran tanpa terburu-buru, sehingga kualitas bangunan tetap terjaga.
-
Koordinasi Intensif: DPRD terus menjalin komunikasi dengan kementerian agar sisa pekerjaan ini tetap terkawal secara administratif maupun teknis.
Harapan bagi Sektor Pertanian
Espin berharap, selesainya pembangunan saluran tersier dan sekunder ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal. Pengairan yang baik merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Limboto Barat.
“Target utama kita adalah manfaat bagi petani. Dengan sistem irigasi yang lebih tertata, kita berharap hasil panen masyarakat meningkat dan distribusi air ke lahan-lahan pertanian menjadi lebih adil dan merata,” pungkas Espin.












