HUT ke-25 Gorontalo, Ridwan Monoarfa: Kemajuan Daerah Harus Diukur dari PAD dan Kualitas SDM

banner 468x60

LINTASPOST.ID, GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik penting untuk melakukan evaluasi total terhadap capaian pembangunan. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD, Jumat (05/12/2025).

Meski mengapresiasi lonjakan signifikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kini menyentuh angka Rp1,7 triliun, Ridwan memberikan catatan kritis mengenai indikator kemandirian daerah yang sesungguhnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

PAD dan PDRB sebagai Indikator Utama

Ridwan menilai, besarnya anggaran yang mengalir dari pemerintah pusat ke daerah memang patut disyukuri, namun pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tetap menjadi tolok ukur utama kemajuan.

“Anggaran yang masuk memang besar, tetapi yang perlu diungkapkan juga adalah berapa pertumbuhan PAD kita. Ukuran kemajuan suatu daerah dilihat dari pertumbuhan PAD dan PDRB, karena di situlah indikator kemandirian dan kekuatan ekonomi yang sesungguhnya,” tegas Ridwan Monoarfa.

SDM Sebagai Penentu Daya Saing

Menghadapi kebijakan pemerintah pusat yang kini berbasis pertumbuhan ekonomi daerah, Ridwan menyoroti urgensi penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menekankan bahwa Gorontalo tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam tanpa dikelola oleh tenaga ahli yang kompeten.

  • Fokus Pendidikan: Ridwan mempertanyakan sejauh mana serapan lulusan SMA ke perguruan tinggi serta kompetensi yang dimiliki generasi muda Gorontalo.

  • Orang-Orang Cerdas: Menurutnya, masa depan Gorontalo bergantung pada ketersediaan SDM yang mampu berinovasi dan bersaing di level nasional.

Tantangan Lapangan Kerja dan Sinergi Eksekutif-Legislatif

Di balik tren positif pertumbuhan ekonomi, Ridwan mengungkapkan fakta lapangan mengenai masih minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan melalui kolaborasi antara Gubernur dan DPRD.

Ia berharap di usia perak ini, hubungan kerja antara eksekutif dan legislatif semakin solid:

  1. Sinergi Kebijakan: Penyelarasan program kerja untuk perluasan lapangan kerja.

  2. Kolaborasi Strategis: Memastikan program pengembangan SDM berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

  3. Penguatan Komitmen: Mendorong pembangunan yang lebih merata hingga ke pelosok daerah.

“Saya berharap Gubernur dan DPRD terus bekerja sama dan bersinergi. Usaha kolaboratif ke depan harus fokus pada perluasan lapangan kerja agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh setiap warga Gorontalo,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *