LITASPOST.ID, GORONTALO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Paripurna ke-64 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo, Jumat (5/12/2025). Berlangsung di Ruang Sidang Paripurna, agenda bersejarah ini mengusung tema besar “Bangun Gorontalo untuk Indonesia Maju.”
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, didampingi unsur pimpinan dewan, serta dihadiri oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Nuansa Budaya dan Identitas Daerah
Peringatan perak ini kental dengan nuansa tradisi. Seluruh tamu undangan, mulai dari Anggota DPRD, Bupati/Wali Kota se-Provinsi Gorontalo, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hadir mengenakan pakaian adat khas Gorontalo dan busana sulaman Karawo. Kehadiran Anggota DPD RI asal Gorontalo, Rahmijati Jahja, turut menambah kekhidmatan suasana perayaan identitas daerah tersebut.
Loncatan Fiskal: Capaian Membanggakan Selama 25 Tahun
Dalam pidatonya, Gubernur Gusnar Ismail memberikan refleksi mendalam mengenai perjalanan panjang Provinsi Gorontalo sejak memisahkan diri dari Sulawesi Utara. Ia menekankan bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini adalah buah dari tekad yang kuat di tengah keterbatasan awal.
“Di awal perjalanan pembangunan, modal kita tidak besar. Gorontalo memulai langkah dengan kapasitas keuangan yang sangat terbatas. Namun dengan semangat membangun, alhamdulillah kita bisa mewujudkan pencapaian yang membanggakan,” ungkap Gusnar Ismail.
Indikator keberhasilan paling nyata terlihat pada pertumbuhan fiskal daerah. Gusnar memaparkan data perbandingan yang signifikan:
-
Tahun 2001: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya sebesar Rp52,5 miliar.
-
Tahun 2025: APBD melonjak drastis hingga mencapai Rp1,75 triliun.
Lonjakan ini menjadi tolok ukur utama kemajuan pembangunan dan peningkatan kapasitas daerah dalam mengelola sumber daya demi kesejahteraan rakyat.
Pijakan Strategis Masa Depan
Peringatan HUT ke-25 ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, namun ditegaskan oleh DPRD sebagai momentum evaluasi kritis. Fokus pembangunan ke depan akan diarahkan pada empat pilar utama:
-
Transformasi Tata Kelola Pemerintahan.
-
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi.
-
Penguatan Ketahanan Sosial-Kemasyarakatan.
-
Peningkatan Kualitas Layanan Publik.
DPRD Provinsi Gorontalo berharap refleksi seperempat abad ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan visi Indonesia Maju.











