LINTASPOST.ID, Gorontalo – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus anggota Badan Anggaran, Meyke Camaru (Fraksi Partai Golkar), mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhadap keberlangsungan Bank SulutGo (BSG), menyusul keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (10/4/2024).
Menurut Meyke, keputusan tersebut memicu kemarahan serta rencana penarikan saham dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut.
“Saya minta agar disampaikan kepada Gubernur Sulut bahwa keputusan RUPSLB telah menimbulkan gejolak serius. Pemerintah Provinsi, kabupaten, dan kota di Gorontalo mempertimbangkan untuk menarik diri dari BSG sebagai bank tempat penyimpanan RKUD,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya representasi Gorontalo dalam jajaran komisaris BSG, yang dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap fungsi pengawasan, pengelolaan tata kelola bank, serta tindak lanjut hasil audit.
“Jika BSG, dengan slogan ‘Torang pe Bank’, mulai menutup diri dari Gorontalo, maka sudah saatnya kita menyelamatkan kepemilikan saham yang ada,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan penting dalam mendesak Pemerintah Provinsi Sulut untuk lebih memperhatikan peran dan kepentingan Gorontalo sebagai salah satu pemegang saham utama BSG.













