Izin STISIP Swadaya Manado Dicabut, Diduga Beri Ijazah dan Gelar Ke Orang Yang Tak Pernah Kuliah

banner 468x60

LINTASPOST.ID, SULUT – Maraknya penggunaan ijazah palsu di kalangan pemerintah menjadi sorotan belakangan ini, mulai dari dugaan penggunaan ijazah palsu oleh presiden, gubernur, bupati, anggota DPRD, camat hingga kepala desa.

Dengan banyaknya dugaan pemalsuan ijazah, perguruan tinggi menjadi salah salah satu faktor yang paling penting untuk dilakukannya penyelidikan lebih mendalam atas sah tidaknya ijazah tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Seperti salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) STISIP Swadaya, salah satu perguruan tinggi yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yang sempat heboh karena izinnya dicabut dengan adanya dugaan pemberian ijazah kepada orang yang tidak pernah kuliah.

Dikutip dari tribunbunmanado.co.id, Pencabutan izin tersebut dilakukan karena Kemdikbudristek menemukan ada pelanggaran administratif berat yang terbukti dilakukan. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI Wilayah XVI), Munawir Razak mengatakan ada beberapa pelanggaran pasal berat yang dilanggar oleh kampus STISIP Swadaya tersebut.

“Pelanggaran yang pertama, memberikan gelar pada saat program studi tidak terakreditasi. Akreditasi sudah mati tetapi kami lihat di PDDIKTI ada terus yang diluluskan,” kata Munawir pada wartawan tribunmanado.co.id (07/06/2023).

Pelanggaran yang kedua kata Munawir, memberikan gelar atau menerbitkan ijazah kepada orang yang tidak pernah kuliah di kampus tersebut.

“Waktu kita pemeriksaan kemarin tidak ada bukti-bukti bahwa ada perkuliahan yang diikuti oleh mereka yang mendapatkan ijazah. Sehingga kita mencurigai ada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan ini menjadi temuan tim,” ujar Munawir.

Dengan adanya dugaan pemberian ijazah serta gelar kepada orang yang tidak pernah kuliah di STISIP Swadaya, ijazah milik Anggota DPRD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) inisial AZL menjadi sorotan. Pasalnya beberapa data milik AZL yang ada pada PDDIKTI diduga rancu. Mulai dari Nomor Induk Mahasiswa yang digunakan oleh 3 orang, mata kuliah yang terprogram berjalan sejak 2016 sampai dengan 2020, sementara AZL pernah mengatakan bahwa dirinya lulusan 2008 dari STISIP Swadaya tersebut.

Terkait hal ini, awak media lintaspost.id mencoba melakukan konfirmasi kembali ke AZL melalui via whatsapp namun belum ada tanggapan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *