LINTASPOST.ID, Gorontalo – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), melakukan unjuk rasa terhadap Ketua Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo yang diduga melakukan praktek-praktek pungutan liar dan PHK sepihak. Rabu (08/11/2023).
Pada kesempatan itu, Ketua FSPMI Meyske Abdullah, mengatakan bahwa pada KB-TK-SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo sebanyak 30 orang Guru baik TK maupun SD mendapat pengurangan upah yang berkisar 900 Ribu sampai dengan 1.1 Juta pada setiap bulannya.
“Jadi pengurangan upah ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo dengan dalil bahwa, yayasan tidak mampu membayar. Padahal, sebelum Ketua Yayasannya diganti, proses pemberian upah baik-baik saja,” ucap Meyske Abdullah.
Tidak hanya itu, Meyske juga mengatakan bahwa, tunjangan-tunjangan Guru yang ada di Al-Azhar 43 Gorontalo juga dikeluarkan atau tidak dibayarkan. Bahkan kata Meyske, BPJS Ketenagakerjaan tidak dibayarkan.
“Bukan hanya itu, Ketua Yayasan juga melakukan PHK sepihak terhadap beberapa orang Guru, termasuk salah satu Kepala Sekolah SD. Maka dari itu, kami meminta untuk mencopot Ketua Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo ini,” tegasnya.
Ditempat berbeda, saat FSPMI melakukan unjuk rasa pada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Gorontalo, Muhammad Yodi selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Ketenagakerjaan mengatakan bahwa, ada 2 temuan Dinas Ketenagakerjaan terhadap Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo yakni pertama Yayasan Al-Azhar tidak pernah melaporkan hasil ketenagakerjaan mereka kepada dinas terkait. Kedua, Yayasan Al-Azhar telah melakukan pemotongan upah untuk biaya BPJS ketenagakerjaan namun tidak disetorkan.
“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan kami, ada 2 pelanggaran yang dilakukan oleh Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo, yaitu tidak pernah melaporkan hasil ketenagakerjaan mereka kepada Dinas Ketenagakerjaan dan melakukan pemotongan upah untuk BPJS Ketenagakerjaan kepada setiap Guru yang ada namun tidak diserahkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Muhammad Yodi.
Sampai berita ini diterbitkan, awak media lintaspost.id masih mencoba mengkonfirmasi Ketua Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo.













