LINTASPOST.ID, BOLMUT — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kaidipang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Komus, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Selasa (25/8/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut diinisiasi oleh Organisasi siswa-siswi Pramuka Gudep SMKN 1 Kaidipang. Para siswa melakukan penggalangan dana secara mandiri yang kemudian digunakan untuk membeli ratusan galon air isi ulang guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Komus.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar SMKN 1 Kaidipang terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi geografis Desa Komus yang berada di wilayah pegunungan turut menyebabkan masyarakat terdampak kekeringan selama musim kemarau berkepanjangan.
Kepala SMKN 1 Kaidipang, Ansar Nusa, mengatakan aksi tersebut lahir dari inisiatif pihak sekolah setelah melihat kondisi masyarakat Desa Komus yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Jadi hal ini adalah inisiatif kami sendiri karena melihat saudara-saudara yang ada di Desa Komus mengalami kekeringan karena lokasi desa yang berada di pegunungan,” ujar Ansar Nusa.
Menurutnya, kegiatan penyaluran bantuan telah dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 23 hingga 24 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah bersama para siswa berhasil menyalurkan ratusan liter air bersih kepada masyarakat.
Ansar menjelaskan, bantuan air bersih tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama warga yang masih kesulitan memperoleh sumber air akibat kondisi kekeringan.
“Kegiatan ini sudah berjalan dua hari dan rencananya kami akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang ada di Desa Komus guna keperluan sehari-hari, karena kami melihat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan air akibat kekeringan,” tutupnya.
Aksi sosial yang dilakukan SMKN 1 Kaidipang tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dunia pendidikan terhadap kondisi sosial masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta semangat gotong royong terhadap sesama.









